BENGKULU – Anggota DPR RI Komisi X, Dr. Hj. Dewi Coryati, M.Si., mengaku bangga saat menyaksikan secara langsung kemampuan para santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Filsabilillah di Desa Pal 30, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, yang sudah mampu menghafal beberapa hadis Nabi dengan lancar dan penuh percaya diri.
“Saya sangat terharu dan bangga melihat anak-anak TPQ di desa ini sudah bisa menghafal hadis sejak usia dini. Ini adalah modal besar untuk membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia,” ungkap Dewi Coryati di hadapan para guru dan wali santri saat berkunjung ke TPQ tersebut, Sabtu (17/05/2025).
Kunjungan Dewi Coryati disambut dengan meriah oleh warga dan keluarga besar TPQ Filsabilillah. Acara penyambutan diawali dengan penampilan tarian tradisional sebagai tarian pembuka yang dibawakan oleh para siswi setempat, disusul tabuhan rabana (rebana) yang dimainkan oleh kelompok masyarakat.
Kedatangan Dewi Coryati, dismbut oleh Ketua Yayasan TPQ Filsabilillah, Rustam Effendy, beserta jajaran pengajar dan santri. Dalam sambutannya, Rustam menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Ibu Dewi terhadap pendidikan keagamaan di desa.
“Ini menjadi motivasi besar bagi kami semua, terutama para guru dan santri, bahwa perjuangan mendidik anak-anak untuk mencintai ajaran Islam mendapat perhatian dari wakil rakyat,” ujar Rustam.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Dewi Coryati juga menyerahkan bantuan berupa botol minum untuk santri serta mukenah untuk para guru TPQ. Bantuan ini disambut antusias oleh para penerima, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar pendidikan.
Sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, Dewi Coryati menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan keberpihakan terhadap pendidikan nonformal, khususnya yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama para santri. Masyarakat Desa Pal 30 menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan berharap dukungan terhadap TPQ dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya terus ditingkatkan. (**)
